Friday, October 30, 2009

Peradaban Lembah Sungai Indus

Kebudayaan sungai indus  terletak di lembah sungai Indus( sungai Sindhu) di daerah bagian  Punjab( barat laut India). Kebudayaan ini berkembang  sejak 3000 Sm. Penelitian  kebudayaan dilakukan oleh arkeolog  inggris  bernama sir John Marshaal yang dibantu oleh Benerji ahli purbakala dari india. Berdasarkan penelitian ini kebudayaan  india kuno berpusat di kota Mohenjo daro dan harappa, amri, dan Changko daro.

Pendukung   kebudayaan lembah sungai Indus  adalah  bangsa dravida  dengan ciri  kulit hitam, rambut keriting dan hidung pesek. Lembu jantan biasa dianggap sebagai  binatang yang keramat demikian pula dengan gajah, badak dan buaya yang banyak di temukan dalam pahatan materai-materai. Mereka juga m,enyembah pohon-pohon besar. Yang ditemukan dalam lukisan –lukisan  ( sema cam pohon Bodhi) yang oleh agama budha  dianggap  sebagai pohon suci.

Pertanian  dan perdagangan  merupakan tumpuan  utama  bangasa daravida  dengan  mempergunakan teknologi  pertanmian yang maju  dengan membuat saluran-saluran  induk dari sungaiu indus. Kemajuan pertanian di lembah sungai indus didukung  oleh kesuburan  tanah akibat endapan-endapan  lumpur yang dibawa  oleh sungai indus  dari pegunungan  Himalaya.

Di bidang perdagangan  penduduk daravida berhubungan dengan  bangsa sumeria  di lemah sungai Eufrat dan tigris.  Benda- benda yang diperdagangkan  berupa  barang-barang keeramik dan perhiasan yang terbuat  dari emas dan perak dihias dengan batu permata.  Hal ini terlihat dari peninggalan barang –barang india yang ada di sumeria.

Digunakan untuk menyebut  sebuah bukit  yang terletak  di dataran Larkana di sebuah jalur  sempit tanah  yang terletak antara sungai subur sekarang  disebut Nakhlistan atau Taman Sindhu. Berdiri sebuah pusat peradaban yaitu Mohenjodaro yang berulang-ulang hancur  dikarenakan banjir dari sungai indus  yang kemudian didirikan kembali sebanyak tujuh kali.

Bahan makan dari pertanian yang menjadi makanan pokok adalah Gandum kemudian Jawawut dan kurma.  Perternakan yang dikembangkan adalah Kambing, babi , Ikan dan unggas.  Hewan yang hidup berkembang di Mohenjodaro adalah lembu berklasa, kerbau, biri-biri , Gajah ,anjing dan unta yang dijinakkan.

Kebanyakan daerah yang suka berperang alat-alat  perang yang dipakai oleh bangsa MOhenjodaro adalah  buisur dan anak panah, Tameng, penutup kepala, atau baju Zirah. Senjata perang banyak  dibuat dari  tembaga, perunggu, dan batu.

Bannyak gambar binatang diatas materai yang menunjukkan  mutu kesenian dan binatang yang tinggal di lembah sungai indus. Berkembang pula patung pahat dari batu.  Materi  ini dipakai  dalam hubungan  perdagangan. Perdagangan  dilakukan dengan  daerah-daerah lain india dan asia dari celah-celah dan laut. Komoditi impor perdagangan india dari luar adalah Timah, tembaga, dan batu-batu mulia.

Pertanian adalah mata pencaharian pokok masyayrakat mohenjodaro karena berada di lembah sungai indus yang sering banjir sehingga subur. Kesuburan tanah ini digunakan penduduk bertani  gandum , jawawut dan kapas yang ditanam dalam jumlah besar. Golongan tukang  kramik, tenun, kayu, batu, besi, mas adalah potensi mata pencaharian lain dari bertani.

Keagamaan  mohenjodaro di lakukan pemujaan pada dewi Ibu  yang berpengaruh pada patung-patung dewi ibu. Pemikiran penduduk percaya  bahwa  tenaga wanita sebagai sumber terciptanya segala makluk.

Menyembah dewa laki-laki yang disamakan  prototipe dari dewa Siva hal ini diperkuat  beberapa  potong  batu yang terlihat seperti lingga Siva dewasa ini.

No comments:

Post a Comment